Pages

Jumat, 17 Juli 2015

HIJRAH PERTAMA ?!? 2012

(masjid UNHAS)
Masih sangat teringat jelas ketika awal-awal hijrah.
Ketika pertama kalinya merasakan begitu nikmatnya iman, mengenal ilmu syar’i
Berawal darinya, adik kandungnya sendiri mendakwahinya sampai 4 tahun
4 tahun ? ?? ya 4 tahun bersama di sudut kota Makassar,  hatinya baru terketuk untuk lebih mengenal Islam. Bayangkan begitu kerasnya hatinya,  

Beruntunglah dia punya seorang adik muslimah yang sudah lebih dulu berhijrah ,yang tak  berhenti menyerah untuk terus mendakwahinya
Walau harus berbeda pendapat, mencucurkan air mata, diam-diaman
Hanya agar dakwahnya sampai kehati kakanya..
Bagaimana jadinya jika pada saat itu dia menyerah????? Dia berhenti mendakwahi kakanya
Dia mengikuti kemauan kakanya..
Jelaslah  tak akan bisa merasakan begitu lezatnya iman

Dia yang selalu melakukan berbagai macam cara mendakwahi kakanya
Mengajaknya ke tempat-tempat seminar yang dilaksanakan oleh aktifis dakwah kampus UNHAS
Mengajaknya ke masjid masjid yang penuh dengan aktifitas dakwah di dalamnya
Walau hanya sekedar membiarkannya duduk melihat muslimah-muslimah disekitar lalu lalang
Melakukan aktifitas dakwah, disudut sana bermajelis menuntut ilmu syar’i, disudut sana belajar mengaji, disudut sana bermusyawarah, disudut sana mengajar anak-anak jalanan, anak anak yatim..

Bagaimana hatinya tak mendapatkan ketenangan, bagaimana hatinya tak tersentuh
Jika  setiap muslimah yang melihatnya selalu memberikan senyum tulus dibalik wajah-wajahnya yang bersih bersinar karna air wudhu yang selalu membasahinya, menyalaminya seperti sudah kenal lama. Dimana muslimah-muslimah saat diluar begitu menjaga hijabnya dengan jilbab panjang hitam yang menjuntai agar tak menarik perhatian lelaki. Sampai tak ada cela membayangkan indahnya. Tapi saat berkumpul dengan sesama muslimah jilbab besar itu dilepas dan memakai khimar( jilbab pendek) dengan warna favorit masing-masing.

Ya di masjid itu, dimasjid yang paling bersejarah buatnya, Di masjid yang begitu kokoh hijabnya (kain pembatas antara ikhwa dan akhwat) sampai tak tau bagaimana bentuk masjid ikhwa yang ada dibalik hijab itu, siapa orang-orangnya dan apa yang mereka lakukan. di masjid yang selalu merasakan rindu walau sudah berada ditempat itu. Karna disitulah awal hijrahnya, di MASJID UNHAS
Di masjid inilah merasakan apa itu tarbiyah, mengapa kita harus menuntut ilmu syar’i. apa itu ukhuwah?

Dan di tempat inilah mengenal sosoknya. Sosok murabbiyah pertamanya, yang mengajarkannya ilmu syar’i, menyetor hafalan, belajar mengaji,  sekali sepekan selama 2 jam bersama kelompok tarbiyah dengan saudari-saudari muslimah dari berbagai latar belakang dan kampus yang berbeda . Sosok Muslimah yang begitu kokoh di balik jilbabnya yang terjulai panjang. Ternyata dia adalah aktifis kampus diberbagai organisasi, seorang ketua BEM di kampusnya. Dan mahasiswa berprestasi di UNHAS

Terbukalah pikiran selama ini yang selalu berpendapat kalau wanita-wanita yang berjilbab panjang, hitam-hitam adalah manusia yang berpikiran afwan (kolot)
Disinilah pertama kali tersadar bagaimana ibadah yang dilakukan sejak dulu, hanya sekedar melaksanakannya.. begitu sangat berbeda rasanya saat tau ilmunya, saat tau keutamaanya kemudian kita melaksanakan.. disitulah benar-benar kita merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah