Pages

Selasa, 05 November 2019

Anak titipan Allah, lebih utama dari titipan Presiden

Tiba tiba terbersit lagi keinginan untuk rajin menulis,  saat menyadari mendidik anak tidaklah muda dan alhamdulillah tiap hari beristigfar saat mengurus 3 anak ini.(Hasan, Husain,  Hisyam). Hehe.

Emak-emak harus tetap waras, tidak boleh stres,  tidak boleh sakit, dll.  Maka dari itu semua uneg-unegnya tiap hari harus dikeluarin. Biar tetap stabil (kerjaan RT beres,  anak-anak dapat asupan nutrisi otak, hati dan fisik dengan baik). 

Masih teringat jelas materi yang dibawakan Ust. Bendry Jaisyurrahman saat mengisi Dialog Al Qur'an dengan tema "Menghidupkan Al Qur'an dalam Jiwa anak,  Guru dan Orangtua". kebetulan dulu jadi panitia, jadi operator dilantai 2 (berasa kaya DJ atau penyiar ๐Ÿ˜‚). 25 Desember 2015 di Dinas Pendidikan Makassar. (Masyaa Allah sudah lama yaa) 4 tahun yang lalu. 

Bahwa seorang muslimah harus rajin-rajin menulis karna kadang setelah menulis, menemukan sendiri solusi dari permasalahannya.  Kalau emak-emak harus sering bercerita. Nah ini aku terapin tiap malam sama si Doi.  Kalau datang langsung deh cerita apa-apa yang dihadapi seharian penuh ini bersama 3 bocah hafidz Qur'an (Aamiin). Alhamdulillah memang melegakan. Tapi itu belum cukup,  butuh menulis juga untuk lebih melegakan.  Juga sebagai alarm atau pengingat diri nantinya jika terjadi khilaf.  Hihi. 

Memang harus ada target menulis lagi nih (Cie yang lagi semangat).

Tapi tetap yang pertama curhat ke Allah dulu (itu termasuk bercerita juga ke Allah)  dalam doa biar anak-anak jadi anak yang beradab kepada semua orang, beradab terhadap ilmu agar ilmunya berkah, jadi hafidz Qur'an apapun cita-citanya nanti, sekolah SD-SMA di Wahdah, ada yang kuliah di STIBA,  ada yang kuliah di Madinah. Aamiin ya Allah. ๐Ÿ˜

Atau kuliah sesuai keinginannya tapi harus jadi aktifis dakwah juga. Karna itu membentuk karakter banget, dan insyaa Allah selalu dalam koridor yg baik,  meski sebebas bebasnya pergaulan diluar sana.

Kenapa sampai segitunya keinginan untuk anak anak?  Yah kita tanya pada diri sebagai orangtua.  Anaknya mau pintar atau diridhoi Allah. ? 

Ya agar dirihoi Allah.  Jika alasan itu,  pasti otomatis kita sangat perhatikan anak kita di sekolahkan dimana. Pastinya yang mengajarkan adab adab Islam dengan baik. 

Anak kita adalah titipan Allah,  Allah yg langsung memberi amanah kepada kita. Maka selayaknya kita betul betul menjaga titipan Allah. 

Anak presiden saja jika kita dititipkan,  otomatis kita sangat senang dan betul betul menjaganya dengan baik.  Apalagi jika Allah  yg lebih tinggi dari Presiden. ๐Ÿ˜Š