Perna dengar percakapan singkat ini dari mereka. Sosok yang
begitu memotivasi, sosok yang paling banyak berkorban, sosok yang sangat
penyayang, paling pengertian, paling meneduhkan, penuh kehangatan yahhhhh tumpah lagi..T_T #homesick
Memang selalu ada
kerinduan yang sangat dalam saat mengingat mereka.. Ya Allah pertemukanlah kami
di dunia dan di akhirat, kumpulkanlah kami di tempat terbaikmu. Terima kasih
telah memberikan orangtua seperti mereka, saudara-saudari seperti mereka di
dunia.
“sudah belikan pulsa 3 anakmu,!!!kata ayah
“iya saya lupa, belum bulan ini!!kata ibu
“yahh nanti anakmu bilang, ibuku sudah melupakanku!!kata
ayah
LIHATLAH!!, DENGARLAH!!! Bukankah itu terbalik, harusnya
kita yang lebih, lebih dan lebih lagi memperhatikannya
Begitulah perhatian orangtua sangat lebih dari perhatian
kita, saat kita perhatian mereka lebih dan lebih lagi perhatiannya daripada
kita
Kadang kita selalu termotivasi membalas orangtua kita dengan
materi, berusaha cepat dapat kerja agar bisa membalas jasa-jasa kedua orangtua
kita yang telah banyak mengeluarkan materi, tenaga untuk membiayai pendidikan
kita sampai selesai.
Memang begitu pulahlah harapan sebagian orangtua kita.
Tapi pernakah sekali kita berpikir bagaimana keadaan
orangtua kita di akhirat nanti, pernahkan kita bercita-cita di akhirat nanti
orangtua kita mendapatkan syaafaat. Pernahkah sekali kita berpikir bercita-cita
setinggi-tingginya karna kitalah alasan orangtua masuk surga. PERNAHKAH?
Membalas orangtua tidak cukup dengan materi tapi juga dengan
banyak menuntut ilmu sya’ri karna itulah yang bisa menyelamatkan kita dan
keluarga dari api neraka,
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan
keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai
Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
Dan juga menjadi muslimah yang dicintai Allah karna anak
yang soleha adalah investasi orangtua kita diakhirat nanti. Itulah salah satu amalan
yang tidak akan terputus, meski orangtua kita sudah meninggal
“Jika seseorang
meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu):
sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”(HR. Muslim no.
1631)