Lupa umur.????? Seperti itulah kira-kira. Kadang selalu
merasa masih pelajar atau masih maba. Senang bersama dengan akhwat pelajar/mahasiswa.
Sampai dikalangan akhwat jadi terbolak balik, yang kaka jadi adik, yang adik
jadi kaka. Begitulah kalau keenakan memanggil kaka tanpa tabbayyun dulu umurnya
berapa.
Yang dipanggil kaka ternyata
seumuran, bahkan parahnya,
yang
dipanggil kaka ternyata malah lebih mudah dari kita. Sebulan dua bulan bahkan
sampai setahun baru ketahuan berapa umur masing-masing. jadi kikuk sendiri dan
malah diteruskan tetap panggil kaka.
awalnya bukan faktor kesengajaan >o<'. Tapi karna kesan
pertama sudah dipanggil ade, jadi otomatis langsung panggil kaka.
Entah kenapa saat bicara film kartun bahannya banyak tapi
saat disinggung tentang menikah itu seperti pembahasan yang berat. Malah menganggapnya
belum cukup umur. Sesuatu yang sangat tabu untuk dibahas. Padahal sudah melewati
keputusan-keputusan berat tentang itu tapi masih saja seperti pembahasan berat yang asing untuk
didengar.
Ada yang berpikiran sama?