Tiba-tiba teringat kembali dengan
doa ku saat awal-awal hijrah, pas keluar dari masjid poltek Unhas sehabis
ta’lim (Senin, 12/10/15).
Saat awal-awal hijrah perna
berdoa seperti ini kepada Allah bahwa jangan pertemukan aku dengan mereka yang
menyukaiku atau yang perna menyukaiku kecuali dengan jodohku nantinya agar
tidak ada lagi harapan, tak ada pengorbanan, taka ada sakit hati dan bahagiakan
mereka dengan orang yang lebih baik.
Ya kita harus senantiasa selalu
berprasangka baik pada Allah. Insyaa Allah rencana Allah lebih indah. Kadang
kita berfikir bagaimana bisa? Awalnya tak terfikirkan. Tapi begitulah sampai
engkau sendiri nantinya mengatakan “betul-betul takdirnya Allah luar biasa”
saat sesuatu itu menemukan muaranya
Yang pasti tetaplah konsisten
dengan agamamu, tetaplah istiqomah dengan hatimu. Jangan perna goyah.
Ingatlah terus hadish ini.
“Tidak akan bergeser kaki anak
Adam(manusia) pada hari kiamat nanti dihadapan Rabbnya sampai ditanya tentang
lima perkara. Umurnya untuk apa dihabiskan, masa muda nya untuk apa dihabiskan,
hartanya darimana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta itu, dan sudahkan beramal terhadap ilmu yang telah
diketahui.” (HR At Tirmidzi No. 2340)
Masa mudah kita untuk apa
dihabiskan? Di saat semangat masih membara, di saat gejolak jiwa begitu
berkobar untuk saling memburu kenikmatan dunia. Foyah-foyah, gaya hidup tanpa
batas, kesenangan semu. Dll
Tapi kita tetap konsisten untuk
tidak memilih jalan itu. Karna jalan kita lebih indah. Jalan dakwah ilallah

